Kamis, 04 Juli 2013

Poster Film 'Robmantic Dream'

Poster film Robmantic ini didesain oleh sang sutradara langsung yaitu M.Taufik Natshrullah. setelah mengalami beberapa kali revisi dan perdebatan, maka jadilah poster kami sebagai berikut:



SUWIDAKROLAS PRODUCTION
Directed by M. Taufik Natshrullah
Casting by Nisa Ayunda
Script by Fera Wahyu
Editor by Sabila Adhaida 
Music by Pingkan Ellotama
Wardrobe and hair do by Inas Nadia
Directed and photography by Fajar H
Make up by Safira C.O and Anindya Ayu
Actor Arvi Nabiel

Makalah Teknik Komunikasi "Sosial dan Pelabuhan"

BAB 1  

Pelabuhan adalah sebuah fasilitas di ujung samudera, sungai, atau danau untuk menerima kapal dan memindahkan barang kargo maupun penumpang ke dalamnya. Pelabuhan biasanya memiliki alat-alat yang dirancang khusus untuk memuat dan membongkar muatan kapal-kapal yang berlabuh. Terkadang crane dan gudang berpendingin disediakan oleh pihak pengelola maupun pihak swasta yang berkepentingan, sesuai jenis pelabuhannya juga. Sering pula disekitarnya dibangun fasilitas penunjang seperti pengalengan dan pemrosesan barang. Peraturan Pemerintah RI No.69 Tahun 2001 mengatur tentang pelabuhan dan fungsi serta penyelengaraannya.
Dalam kesehariannya, pelabuhan juga mempunyai hubungan erat dengan warga sekitar yang mendiami kawasan pelabuhan. Sebagian besar warganya bermata pencaharian sebagai kuli angkut dan bongkar muat di pelabuhan. Namun setiap pekerjaan mempunyai kendala, terlebih jika air laut sedang dalam keadaan tinggi. Tentu saja kegiatan bongkar muat akan dikurangi dan itu akan berdampak langsung pada masyarakat sekitar. Namun banyak juga warga yang menjadi nelayan jika air laut sedang tinggi. Keadaan seperti ini tentu saja menjadi masalah serius bagi masyarakat pelabuhan dan juga berdampak langsung pada status ekonomi dan sosial di daerah pelabuhan.

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut
1. Bagaimana pembangunan dan pengelolaan pelabuhan di Indonesia?
2. Bagaimana pengaruh dari pembangunan dan aktivitas pelabuhan terhadap kehidupan sekitar pelabuhan?

1.3Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dipaparkan, tujuan penulisan dari makalah ini yaitu
                1. Mengetahui arah pembangunan dan pengelolaan pelabuhan di Indonesia.
2. Mengetahui pengaruh dari pembangunan dan aktivitas pelabuhan terhadap kehidupan di sekitarnya.
1.4Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui seberapa baiknya sistem pengelolaan pelabuhan di Indonesia dan pengaruh keberadaan pelabuhan bagi kehidupan disekitarnya.

1.5Metode Penulisan
Penulisan makalah ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, penulis berusaha memahami, menafsirkan dan mengaitkan data-data yang ada melalui studi pustaka yang dilakukan. Data-data yang digunakan untuk diolah merupakan data sekunder yang didapat melalui literatur-literatur terkait maupun data-data dari media internet.




BAB 2  
                                                                    KAJIAN TEORI


2.1  Pengertian Pelabuhan
Pelabuhan adalah sebuah fasilitas di ujung samudera, sungai, atau danau untuk menerima kapal dan memindahkan barang kargo maupun penumpang ke dalamnya. Menurut peraturan pemerintah RI no. 69 tahun 2001 tentang kepelabuhanan, yang dimaksud pelabuhan adalah tempat yang terdiri dari daratan dan peraitan disekitarnya dengan batas batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, berlabuh , naik turun penumpang dan atau bongkar m uat barang yang di lengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi.
            Pelabuhan juga dapat di definisikan sebagai daerah perairan yang terlindung dari gelombang laut dan di lengkapi dengan fasilitas terminal meliputi:
1. Dermaga, tempat di mana kapal dapat bertambat untuk bongkar muat barang.
2. Crane, untuk melaksanakan kegiatan bongkar muat barang.
3. Gudang Laut (transito), tempat untuk menyimpan muatan dari kapal atau yang akan di pindah ke kapal.

2.2  Jenis Pelabuhan
Berdasarkan PP No 69 Tahun 2001, pelabuhan dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan kategorinya, berikut jenis-jenis pelabuhan
1. Menurut alamnya
a. Pelabuhan terbuka, kapal dapat merapat langsung tanpa bantuan pintu air,umumnya berupa pelabuhan yang bersifat tradisional.
b. Pelabuhan tertutup, kapal masuk harus melalui pintu air seperti dapat kita temui di Liverpool, Inggris dan terusan Panama.
2. Menurut pelayanannya
a. Pelabuhan Umum, diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat yang secara teknis dikelola oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP).
b. Pelabuhan Khusus, dikelola untuk kepentingan sendiri guna menunjang kegiatan tertentu, baik instansi pemerintah, seperti TNI AL dan Pemda Dati I/Dati II, maupun badan usaha swasta seperti, pelabuhan khusus PT BOGASARI yang digunakan untuk bongkar muat tepung terigu.
3. Menurut Lingkup Pelayaran
a. Pelabuhan Internasional Hub, utama primer yang melayani nasional dan internasional dalan jumlah besar. dan merupakan simpul dalam jaringan laut internasional.
b. Pelabuhan International, utama sekunder yang melayani nasional maupun internasional dalam jumlah besar yang juga menjadi simpul jaringan transportasi laut internasional.
c. Pelabuhan Nasional, utama tersier yang melayani nasional dan internasional dalam jumlah menengah.
d. Pelabuhan Regional,pelabuhan pengumpan primer ke pelabuhan utama yang melayani secara nasional.
e. Pelabuhan Lokal, pelabuhan pengumpan sekunder yang melayani lokal dalam jumlah kecil.
4. Menurut Perdagangan Luar Negeri
a. Pelabuhan Ekspor.
b. Pelabuhan Impor.
5. Menurut Kapal yang Diperbolehkan Singgah
a. Pelabuhan Laut, Pelabuhan yang boleh dikunjungi kapal negara-negara sahabat.
b. Pelabuhan Pantai, pelabuhan yang hanya boleh dikunjungi kapal nasional.
6. Menurut Wilayah Pengawasan Bea Cukai
a. Custom port, adalah wilayah dalam pengawasan bea cukai.
b. Free port. adalah wilayah pelabuhan yang bebas diluar pengawasan bea cukai.
7. Menurut Kegiatan Pelayaran
a. Pelabuhan Samudra, contoh: Pelabuhan Tanjung Priok.
b. Pelabuhan Nusantara, contoh: Pelabuhan Banjarmasin.
c. Pelabuhan Pelayaran Rakyat, contoh: Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta.
8. Menurut Peranannya
a. Transito, pelabuhan yang mengerjakan kegiatan transhipment cargo, seperti Pelabuhan Singapura.
b. Ferry, pelabuhan yang mengerjakan kegiatan penyebrangan, seperti Pelabuhan Merak.





BAB 3  
PEMBAHASAN

3.1  Kondisi-kondisi Pelabuhan di Indonesia
Pelabuhan-pelabuhan di Indonesia saat ini diatur dalam UU Pelayaran tahun 1992 dan peraturan-peraturan pendukung lainnya. Di Indonesia terdapat sekitar 1000 pelabuhan khusus atau pelabuhan swasta yang melayani berbagai kebutuhan suatu perusahaan saja (baik swasta maupun milik negara dalam sejumlah industri meliputi pertambangan, minyak dan gas, perikanan, kehutanan, dan lain sebagainya. Beberapa dari pelabuhan tersebut hanya memiliki fasilitas yang sesuai untuk satu atau sekelompok komoditas dan memiliki kapasitas terbatas untuk mengakomodasi kargo pihak ketiga. Saat ini, Pelindo menikmati monopoli pada pelabuhan komersial utama yang dilegislasikan serta otoritas pengaturan terhadap pelabuhan-pelabuhan sektor swasta. Pada sebagian besar pelabuhan utama, Pelindo bertindak sebagai operator sekaligus otoritas pelabuhan tunggal, mendominasi penyediaan pelayanan pelabuhan utama seperti perairan pelabuhan untuk pergerakan lalu lintas kapal, pelayaran dan penarikan kapal (kapal tunda), fasilitas-fasilitas pelabuhan untuk kegiatan bongkar muat, listrik, persediaan air bersih, pembuangan sampah, layanan telepon untuk kapal, ruang lahan untuk kantor dan kawasan industri serta pusat pelatihan dan medis pelabuhan.
      Legislasi saat ini menjauhkan sektor swasta dari persaingan secara langsung dengan Perum Pelabuhan Indonesia yang berwenang. Di dalam Perum Pelabuhan Indonesia, pelabuhan-pelabuhan yang menguntungkan diwajibkan memberikan subsidi kepada pelabuhan-pelabuhan yang merugi sehingga semakin mengurangi insentif kerja. Selain itu tarif-tarif yang berlaku di pelabuhan dikenakan secara standar dengan pemberlakuan yang sama oleh pemerintah pusat sehingga mengurangi persaingan. Hal ini sangat signifikan apabila dua Perum Pelabuhan Indonesia berbagi daerah yang bersaing seperti Tanjung Emas di Semarang dan Tanjung Perak di Surabaya, yang keduanya dijalankan oleh Perum Pelabuhan Indonesia III.

3.2  Kinerja Pengelolaan Pelabuhan
Pengelolaan pelabuhan di Indonesia bisa dikatakan masih belum terorganisir dengan baik. Masih banyak pengelelolaan yang kurang professional dari para pengelola pelabuhan, dalam hal ini adalah pemerintah. Masih banyak kekurangan yang bisa diidentifikasi oleh para stakeholders di bidang pelabuhan ini. Di samping itu ada masalah yang tak baru lagi dalam pengelolaan pelabuhan dari tahun ke tahun, masalah itu antara lain

1. Lamanya proses bongkar muat di pelabuhan – pelabuhan di Indonesia;
2. Lamanya pengurusan kepabeanan di Indonesia;
3. Fasilitas pelabuhan yang berkualitas buruk;
4. Lamanya waktu tunggu di pelabuhan – pelabuhan di Indonesia;
5. Kedalaman pelabuhan di Indonesia yang tidak memenuhi syarat.
Faktanya masih banyak masalah yang dapat diidentifikasi dari pengelolaan pelabuhan. Tetapi 5 masalah – masalah yang ada di atas merupakan masalah – masalah umum yang sering terjadi dalam hal pengelolaan pelabuhan di Indonesia. Para pengusaha selaku pihak yang paling sering memanfaatkan jasa pelabuhan ini pun kerap kali mengeluh mengenai buruknya sarana dan prasarana dari pelabuhan – pelabuhan di Indonesia. Fasilitas – fasilitas pelabuhan di Indonesia banyak  yang sudah tua dan juga kurang berfungsi dengan baik karena tidak di maintain dengan baik. Hal ini tentu saja sangat mempengaruhi operasional dan citra pelabuhan di Indonesia.
Salah satu fasilitas pelabuhan Indonesia yang kurang memadai adalah kedalaman pelabuhan atau deep see port yang ada di Indonesia. Sebagian besar pelabuhan di Indonesia tidak bisa menjaga tingkat kedalaman lautnya sampai 14 meter atau lebih sehingga tidak dapat memenuhi kriteria deep sea port. Akibatnya, pelabuhan-pelabuhan di Indonesia hanya menjadi pengumpan bagi pelabuhan milik beberapa negara tetangga.
Masalah lain yang kerap muncul dalam hal pengelolaan pelabuhan di Indonesia adalah lamanya waktu kepngerusan kepabeanan di Indonesia. Hal ini menyebabkan rendahnya minat para investor yang sebagian besar aktivitasnya berhubungan dengan pelabuhan untuk masuk ke Indonesia. Mereka enggan untuk berurusan dengan birokrasi Indonesia yang sangat berbelit – belit. Alasan lainnya ialah karena mereka sadar, dengan birokrasi yang semakin berbelit – belit, hal itu akan mempengaruhi stabilitas dari produk mereka. Karena mereka mau tidak mau mereka pasti akan memperhitungkan biaya – biaya birokrasi Indonesia kedalam produk mereka, yang sudah pasti merupakan sebuah pemborosan dan tidak menambah nilai apa – apa kepada produk yang mereka jual.
Masalah – masalah diatas menyebabkan pengelolaan pelabuhan menjadi tidak efektif. Hal ini berujung pada lamanya waktu tunggu bagi kapal – kapal untuk bersandar di pelabuhan – pelabuhan yang ada di Indonesia. Pemerintah saat ini dituntut untuk segera memperbaiki masalah ini. Karena pelabuhan mempunyai peran dan fungsi yang sangat penting dalam pergerakan dan pertumbuhan perekonomian suatu negara.
Selain pengelolaan pelabuhan yang masih carut marut, adanya pembangunan pelabuhan ini membawa dampak bagi kehidupan di sekitarnya. Dalam penulisan selanjutnya akan dipaparkan mengenai dampak pembangunan pelabuhan terhadap kehidupan di sekitar pelabuhan terkait aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

3.3  Dampak Pembangunan Pelabuhan secara Mikro terhadap Kehidupan Sekitar Pelabuhan
Kegiatan pembangunan senantiasa melahirkan dampak positif dan negatif secara sekaligus bagi kehidupan masyarakat. Ada beberapa dampak positif dari pembangunan pelabuhan, yaitu pelabuhan laut dapat mempengaruhi pembangunan ekonomi dan sebaliknya pembangunan ekonomi dapat pula mempengaruhi peningkatan aktivitas pelabuhan (UNCTAD dan Ditjen Perhubungan Laut, 2000). Ada dua hal yang disumbangkan pelabuhan untuk meningkatkan perekonomian yang bersifat terukur dan tidak terukur. Hal-hal yang terukur seperti pajak-pajak, deviden dan retribusi. Sedangkan yang tidak terukur adalah kesempatan kerja dan tumbuhnya usaha-usaha di sekitar pelabuhan, sebagai efek ganda kegiatan ke pelabuhan yang akan memberikan nilai tambah ekonomi pada daerah sekitar pelabuhan. Pelabuhan laut berperan penting terhadap pembangunan ekonomi. Terdapat dampak positif lainnya mengenai pembangunan dan aktivitas pelabuhan, yaitu aspek sosial. Dalam aspek sosial ini, pelabuhan dapat dijadikan sebagai transportasi perairan dan juga dapat dijadikan sebagai pusat kegiatan masyarakat sekitar pelabuhan, misal dalam memberikan penyuluhan-penyuluhan mengenai hal yang berhubungan dengan kegiatan masyarakat yang akan mereka lakukan di lingkup pelabuhan tersebut. Namun disisi lain terdapat dampak negatif dari pembangunan pelabuhan, berupa:

1.   Perubahan Fungsi dan Tata Guna Lahan
                             Kawasan pesisir berupa kawasan lahan basah berhutan mangrove, pantai berpasir, atau pantai berbatu. Pembangunan pelabuhan dikawasan tersebut, akan menimbulkan perubahan fungsi dan tata guna lahan yang mengakibatkan perubahan bentang alam. Pada awalnya, kawasan tersebut berfungsi sebagai cathmen area baik untuk air hujan maupun air pasang, namun setelah ada pembangunan pelabuhan, seperti kegiatan pembukaan lahan, pemotongan dan pengurugan tanah pada tahap konstruksi, serta pemadatan tanah, akan mengubah lahan fungsi tersebut. Sehingga air hujan tidak dapat meresap ke dalam tanah, sehingga meningkatkan volume air limpasan (run off) dan meningkatkan terjadinya potensi genangan dan mengubah pola genangan. Selain itu, pelabuhan mengambil air bawah tanah secara besar-besaran dan tidak terkontrol untuk dijual ke kapal-kapal yang bersandar. Kegiatan tersebut menyebabkan terjadinya penurunan tanah, yang akhirnya menyebabkan banjir rob di wilayah sekitar pelabuhan dan juga timbulnya keresahan dan pandangan negatif masyarakat sekitar. Contohnya seperti yang terjadi di Kota Semarang.
                        Dampak lain yang terjadi dari perubahan fungsi dan tata guna lahan adalah terjadinya perubahan mata pencaharian dan pendapatan penduduk. Semisal, pada awalnya wilayah tersebut merupakan  wilayah pertanian garam. Setelah adanya pelabuhan, para penduduk beralih menjadi pekerja di pelabuhan. Otomatis, pendapatan mereka juga berubah.  gangguan terhadap aktivitas nelayan, peningkatan kepadatan lalu lintas pelayaran maupun lalu lintas di sekitar  wilayah pelabuhan.

2.      Penurunan Kualitas Udara dan Peningkatan Kebisingan
               Penurunan kualitas udara dapat disebabkan oleh peningkatan debu akibat kegiatan konstruksi dan kegiatan operasional loading off loading di pelabuhan. Udara pelabuhan menjadi kotor dan berimbas pada kesehatan masyarakat pelabuhan. Peningkatan kebisingan pada kegiatan pelabuhan terutama berasal dari kegiatan alat  konstruksi, pengangkutan material, pemancangan dan pembangunan terminal dan loading offloading di pelabuhan, yang mengganggu ketenangan di permukiman sekitar pelabuhan. 

3.      Penurunan Kualitas Air Laut dan Kualitas Air Permukaan
                   Penurunan kualitas air laut dikarenakan adanya peningkatan kekeruhan dan penigkatan pencemaran air laut. Hal tersebut disebabkan oleh kegiatan konstruksi pada pembangunan pelabuhan, terutama pada tahap pengerukan (capital dredging) dan pembuangan material keruk. Kegiatan tersebut akan memengaruhi kualitas air laut dan kualitas air permukaan (jika pembangunan pelabuhan terletak di sekitar sungai) dengan adanya peningkatan pencemaran terutama yang dihasilkan dari discharge air limbah domestik dan non domestik (air balast, tank cleaning dan bahan kimia yang digunakan untuk perawatan kapal), kegiatan operasional loading-offloading di pelabuhan serta korosi pada kapal. Hal ini juga berdampak pada kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi air yang tercemar maupun mengkonsumsi ikan yang hidup di perairan pelabuhan.

4.      Perubahan Pola Arus Laut, Gelombang dan Garis Pantai
          Kegiatan pembangunan pelabuhan beserta fasilitasnya akan memengaruhi terjadinya perubahan kedalaman laut, pola arus laut dan gelombang  mengakibatkan dampak turunan yaitu adanya perubahan pola sedimentasi yang dapat mengakibatkan abrasi dan akresi (perubahan garis pantai). Jika bagian struktur pelabuhan menonjol ke arah laut, maka mungkin terjadi erosi pada garis pantai disekitarnya akibat transpor sediment sejajar pantai yang terganggu. Dampak ini merupakan  isu yang paling penting dalam setiap  pembangunan di wilayah pesisir, sehingga dalam rencana pengelolaan dan rencana pemantauan harus dilakukan secara berkesinambungan.

5.      Gangguan Terhadap Biota Perairan
               Kegiatan pembukaan lahan, pemancangan tiang pondasi dan pembangunan struktur fisik fasilitas pelabuhan dapat mengganggu biota yang ada di lahan basah seperti  mangrove, jenis crustacea, larva-larva ikan dan biota perairan lainnya seperti terumbu karang dan padang lamun. Gangguan terhadap biota perairan dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung disebabkan oleh kegiatan pengerukan dan pembangunan, sedangkan secara tidak langsung merupakan dampak lanjutan dari penurunan kualitas air laut akibat operasional pelabuhan.
          Salah satu penyebab dampak-dampak di atas adalah karena belum kuatnya kebijakan yang berorientasi pada kemaritiman sebagai pilar utama pembangunan nasional. (kusnadi, 2006:15-20). Laut Indonesia yang luas seharusnya menjadi sumber pembangunan nasional tetapi malah menjadi kelemahan Indonesia, sehingga fungsi pelabuhan di dalamnya tidak optimal. Menurut Fadjroel (dalam IMM, 2012) mengatakan, prinsip negara maritim harus segera dikembalikan, baik dalam bentuk regulasi, kebijakan maupun peraturan. Ini berlaku mulai dari tingkat nasional sampai dengan daerah yang ada di perbatasan.
          Seharusnya dengan adanya pelabuhan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup di sekitarnya dengan tetap mengedepankan keselamatan lingkungan dengan pengelolaan yang bijak. Selanjutnya, pada bagian setelah penulisan ini akan dibahas mengenai strategi peningkatan kinerja pelabuhan di Indonesia.

3.4  Strategi Peningkatan Kinerja Pelabuhan di Indonesia
Ada beberapa cara yang dapat dijadikan sebagai alternatif untuk menyelesaikan permasalahan ini. Namun sebelumnya kita harus menentukan terlebih dahulu prioritas pengembangan pelabuhan yang ada sekarang ini. Dari semua masalah yang telah disebutkan diatas, masalah yang paling penting untuk diselesaikan terlebih dahulu adalah perbaikan fasilitas yang ada pada pelabuhan. Langkah pertama ialah merevitalisasi pelabuhan – pelabuhan utama di Indonesia. Sedikitnya, pemerintah harus serius mengembangkan 10 pelabuhan utama seperti Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Mas, Tanjung Perak, Bitung, Pontianak, Pangkalan Bun, Panjang, dan beberapa pelabuhan yang memiliki posisi strategis. Dengan kedalaman kolam hanya sekitar 13,5 meter, Pelabuhan Tanjung Priok hanya mampu disandari kapal-kapal kecil-menengah. Kapal-kapal itu umumnya merupakan kapal feeder dari pelabuhan di Singapura, Malaysia, dan Hong Kong. Selama ini, 80-90% kegiatan ekspor-impor Indonesia harus melalui pelabuhan di negara lain.
Tentu hal ini perlu didukung dengan modal yang besar. Untuk mengembangkan pelabuhan Tanjung Priok, sebagai pengelola, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II mengaku membutuhkan investasi sekitar Rp 22 triliun. Dana sebesar itu dibutuhkan untuk memperlebar terminal yang akan dilakukan dalam tiga tahap. Namun nilai investasi itu terbilang kecil dibanding manfaat yang bakal diperoleh ke depan. Angka ini jauh lebih kecil ketimbang defisit neraca pembayaran Indonesia dari sektor pelayaran yang mencapai US$ 13 miliar per tahun.
Dalam hal perbaikan fasilitas pelabuhan, dal hal ini kolam pelabuhan, para pengusaha pelayaran mengusulkan kepada pemerintah agar memperdalam kolam pelabuhan di Indonesia hingga 16 meter. Dengan demikian, pelabuhan ini mampu menampung kapal-kapal bermuatan 6.000 TEUs. Dengan adanya perbaikan kolam pelabuhan tersebut, para pengusaha yakin jika pengelola pelabuhan dapat meningkatkan produktivitas bongkar muat menjadi 20-25 boks container per jam per crane.
Jika perbaikan (kolam pelabuhan) dapat dilaksankan merata setidaknya pada 10 pelabuhan utama di Indonesia, dapat dipastikan produktivitas pelabuhan Indonesia juga akan meningkat. Indonesia memang identik dengan birokrasinya yang berbelit – belit, yang membuka peluang untuk praktek – praktek yang tidak etis seperti korupsi. Hal – hal ini sungguh telah mengurangi nilai tambah bagi pelabuhan – pelabuhan di Indonesia. Dengan adanya hal ini, para pengusaha (terutama investor asing) lebih memilih untuk menjadikan pelabuhan di Indonesia sebagai tempat untuk kapal – kapal feeder mereka. Mereka lebih memilih untuk menempatkan kapal utamanya di pelabuhan – pelabuhan di negara – negara seperti Singapura dan Malysia karena kepengurusan administrasi disana jauh lebih efisien dan efektif. Sudah saatnya Indonesia memanfaatkan potensi ekonomi yang seharusnya menjadi miliknya tersebut.
Langkah yang perlu diambil untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan merubah sistem administrasi pada pelabuhan di Indonesia. Pelabuhan – pelabuhan di Indonesia memiliki kinerja yang lambat dari segi administrasi karena terlalu banyak berkas – berkas dan juga birokrat yang harus dilewati sebelum sistem dijalankan.
Permasalahan ini dapat diatasi dengan melengkapi pelabuhan – pelabuhan di Indonesia dengan sistem informasi yang memadai. Kemudian perlu dilakukan evaluasi terhadap proporsionalitas dari managamen di pelabuhan. Jika kita ingin mempercepat jalannya suatu sistem, salah satu caranya ialah menyederhanakan proses dari sistem tersebut tanpa mengesampingkan esensinya. Oleh karena itu praktek – praktek birokratif harus segera dihilangkan guna meningkatkan kinerja pelabuhan dari segi pengelolaan waktu. Tetapi hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah pengembangan sumber daya manusia di pelabuhan – pelabuhan di Indonesia. Hal ini penting karena, jangan sampai perampingan angkatan kerja pada pelabuhan justru menurunkan tingkat produktivitas dari pelabuhan itu sendiri. Maka dari itu diperlukan tenaga – tenaga kerja yang terampil, dalam jumlah yang pas, untuk melaksanakan fungsi dan tugas dari pengelolaan pelabuhan. Tentu saja pengembangan keterampilan dalam hal penggunaan teknologi berbasis informasi dan juga yang sifatnya teknikal merupakan prioritas. Karena hal inilah yang mampu mendorong produktivitas.
Namun masalah pelabuhan di Indonesia adalah suatu hal yang kompleks. Diperlukan kesungguhan dari tiap – tiap stakeholders yang ada untuk memperbaiki kinerja pelabuhan. Selain itu diperlukan pengukuran yang presisi terhadap tiap strategi yang di terapkan. Agar modal yang besar yang digunakan untuk membangun pelabuhan dapat dipertanggungjawabkan nantinya.
Permerintah tentu saja memegang peran penting untuk hal ini. Pemerintah harus berperan sebagai penyelia yang secara berkala memantau penerapan dari semua strategi yang telah disepakati dan diterapkan. Karena pada umumnya meskipun telah dirumuskan dengan sangat baik, tiap strategi yang ada menjadi kacau saat diimplementasikan. Hal ini tentu saja karena kurangnya koordinasi. Diharapkan pemerintah dapat menjalankan peran ini dengan baik, bukan malah semakin memperburuknya.



PENUTUP

Kesimpulan
Berdasarkan hal-hal yang kita bahas diatas mengenai permasalahan yang terjadi di pelabuhan, dapat ditarik sebuah kesimpulan. Pelabuhan yang merupakan pintu masuk perdagangan internasional seharusnya mampu menyediakan fasilitas yang menunjang dalam pelaksanaannya, hal tersebut tidak serta merta dapat dilakukan langsung, namun hal ini harus direncanakan sebelumnya oleh Pemerintah sebelum dilaksanakannya pembangunan pelabuhan. Pembangunan pelabuhan sendiri juga harus memperhatikan berbagai aspek sosial di lingkungan sekitar yang baik secara langsung atau tidak langsung akan terpengaruh dengan keberadaan pelabuhan nantinya. Sebagai contoh ketersediaan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, fasilitas air bersih yang masyarakat perlukan, serta aktivitas pelabuhan yang menimbulkan udara kotor, dan suara bising. Hal itu merupakan masalah yang kurang diperhatikan di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia. Pemerintah cenderung memperhatikan aspek internal untuk menunjang pelabuhan tersebut, namun hal itu juga belum dilakukan secara maksimal, sehingga pelabuhan tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya. Oleh sebab itu, diperlukan adanya peran pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan yang timbul di sekitar pelabuhan ini, sehingga tidak hanya aktivitas pelabuhan yang dapat berjalan dengan baik, tapi juga dapat memberikan pengaruh yang positif bagi masyarakat sekitar.

Demikian hasil kajian yang disampaikan dalam makalah ini, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca maupun para pengguna yang memiliki kompetensi sesuai bidang kajian ini. Hal-hal yang masih memerlukan penjelasan atau kritik dan saran dapat disampaikan kepada penulis. Untuk itu disampaikan terima kasih.

Behind the scene of 'Robmantic Dream'

         Setelah syuting berhari-hari dan menguras banyak waktu dan energi, akhirnya film yang susah payah kami buat selesai juga. penayangan film ini seiring dengan presentasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 Juli 2013 di ruang teater JPWK. 
          Di semester ini, kami rasa tugas mata kuliah ini lah yang paling menyenangkan karena bisa refreshing kemana-kemana disela tugas kuliah lain yang menumpuk. Banyak cerita lucu dan menarik yang terjadi selama proses syuting berlangsung bersama teman-teman kelompok. Berikut beberapa momen yang berhasil diabadikan...
Pingkan w/ Ayunda a.k.a. Nisul yang berperan jadi Tante Jessica


Most Favorite place for shooting


Most romantic scene in Marina


After shooting and waiting for sunset

another best scene


Baca script film sebelum mulai take di Panorama


before take


Arvi beradu peran sama kuli beneran di pelabuhan


Menghayati script


Inas yang berperan sebagai emaknya Arvi, seneng banget waktu anaknya pulang


Si Tante mupeng banget liat brondong kece 


Pak Fajar dan Bu Anin di pinggir pantai

Tante Jesicca, Pingkan sama Arvi di salah satu adegan. 
sama-sama beradu pandang sinis


Nisul a.k.a Tante Jessica sebelum take sama Fajar a.k.a Pak Fajar  

                                           
Set adegan di kos Fera


  
                                                                   FULL TEAM of Tekkom 1A 


Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam pembuatan film ini, akan tetapi kami sudah cukup puas dan bangga dengan hasil yang kami punya . Don't forget for watching our film and enjoy it guys !

Rabu, 26 Juni 2013

Poster Tekom

Poster ini merupakan poster dengan tema pelabuhan. Poster ini menggambarkan tentang keadaan pelabuhan dari masa ke masa. Pelabuhan yang dahulu menjadi alat transportasi masyarakat utama, saat ini sudah tersisihkan perannya digantikan dengan pesawat dan alat transportasi lainnya. 

Tata Kota di Indonesia

          Penataan kota di Indonesia banyak yang sudah terlanjur tidak terencana. Hal inilah yang menjadi salah satu penyumbang terbesar penyebab global warming. Terutama karena wilayah Indonesia yang banyak di area sekitar garis pantai, berpemukiman padat dan kumuh. 
            Perencanaan di masa lalu seharusnya benar-benar dipikirkan dengan mempertimbangkan aspek pembangunan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Seringkali para perancang kurang memperhatikan dan kurang mempertimbangkan mengenai efek jangka panjang antara 20 hingga 50 tahun kedepan. Dengan perencanaan yang kurang baik membuat suatu wilayah bisa saja  memiliki pusat-pusat kegiatan masyarakat yang menumpuk pada beberapa titik tertentu saja, sehingga membuat wilayah tersebut berpenduduk sangat padat sedangkan wilayah lainnya kurang berkembang.  Pemukiman akan semakin padat, dengan pembangunan wilayah pemukiman yang kurang memperhatikan berbagai macam aspek yang mengakibatkan kerugian di masa mendatang seperti global warming, banjir, kemacetan dan lain-lain. Kebijakan pemerintah terhadap perubahan dan pembangunan suatu wilayah juga sangat berpengaruh. Apabila kebijakan dan langkah yang diambil kurang baik, maka justru akan menimbulkan permasalahan-permasalahan di kota ataupun wilayah tersebut di kemudian hari.
Sebagai contoh kota Jakarta yang kini berpenduduk sangat padat namun luas wilayah tidak bertambah. Penataan kota Jakarta pada zaman Belanda ternyata lebih baik dibandingkan sekarang. Banyak wilayah yang diperuntukkan bagi daerah resapan air. Namun pada zaman sekarang, warga Jakarta menyulap wilayah tersebut menjadi kawasan pemukiman yang mengakibatkan daerah tersebut kini sering terjadi rob ataupun banjir dikarenakan tidak adanya lagi daerah resapan air. Pemerintah seharusnya konsisten terhadap rancangan yang sudah ada, dan tidak mengubah daerah resapan air menjadi pemukiman padat penduduk.

Sebagai salah satu penyumbang terbesar penyebab pemanasan global, pemerintah harus segera bertindak guna membenahi tatanan kota dan wilayah di Indonesia. Antara lain, yang pertama mengadakan transmigrasi penduduk dari kota padat penduduk ke wilayah lain yang masih relatif lebih nyaman untuk di huni dengan perancangan tata kota baru yang lebih baik dan benar-benar terancang untuk jangka panjang. Kedua, kota dengan penduduk yang padat perlu melakukan pengetatan ekstra terhadap izin pembangunan sebuah rumah, sebuah perumahan, ataupun pendirian bangunan-bangunan lain. Ketiga, pembangunan rumah susun sederhana agar menghemat lahan yang diperuntukkan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kumuh, sehingga lahan bekas kawasan kumuh dapat digunakan sebagai kawasan penghijauan dan daerah resapan air. Yang terakhir, pengolahan limbah, pembenahan sistem drainase serta pengurangan kendaraan bermotor pribadi juga dapat dijadikan solusi sebagai upaya menekan terjadinya pemanasan global.

Tentang Robmantic Dreams

       Robmantic Dreams merupakan judul film tugas Mata Kuliah Teknologi Komunikasi kelompok 1. Mengambil tema pelabuhan, maka kelompok kami sepakat menggunakan judul tersebut . Kami mengambil latar setting pelabuhan, pantai, rumah sederhana, dan beberapa tempat makan dalam pengambilan syuting ini. Film ini menceritakan tentang kisah seorang anak muda dengan keterbatasan ekonomi yang berjuang untuk menjadi seorang Planner dan membantu seorang pemilik pelabuhan dalam menyelesaikan permasalahan rob di pelabuhan. Film ini mengandung berbagai pesan dan motivasi kepada masyarakat serta menambahkan bumbu komedi dan drama dalam beberapa adegan. Diharapkan setelah menonton film ini pemirsa dapat terhibur dan mengambil intisarinya.